Yu tanya, ai jawablaaaah ;)) http://formspring.me/cangkacang
Sarang—artinya cinta lho ya, dalam bahasa Korea. Bukan beneran sarang kayak yang dihuni lebah :))
Bisa dikatakan saya nyaris tidak pernah merasakan yang namanya jatuh cinta. Sejujurnya, bagi saya naksir itu hanya sebatas kagum karena berbagai kelebihan yang dimiliki seseorang. Sementara pacaran, memang mengubah status, namun kita tidak bermain cinta (cailah) saat berpacaran. Lebih kepada menyayangi, yang berbeda dengan sayang dengan keluarga. Ah, juga memiliki. Jadi, pacaran bukan hanya sekadar status dan saya men-treasure masa-masa berpacaran yang pernah saya jalani. Seburuk apapun, setidak-menyenangkan apapun, semembosankan apapun, bahkan sesebentar apapun (saya pernah pacaran dalam hitungan jam, FYI. 5 jam saja tepatnya).
Tapi saya benar-benar tidak tahu apa yang biasa disebut-sebut dengan cinta.
Percaya atau tidak, di kamar saya di bumi Sriwijaya sana, di dinding tertempel salah satu artikel tentang perbedaan antara ‘suka’, ‘sayang’, dan ‘cinta’ saking saya tidak mengerti apa yang dimaksud dengan cinta. Mungkin saya seringkali menulis atau menyatakan ‘saya cinta kamu’ dan sejenisnya (selain kepada keluarga tentunya. Tapi tentu saja cinta kepada keluarga tidak perlu dibahas di sini) kepada orang lain. Tapi jujur saja, saya benar-benar tidak tahu apa artinya.
Tapi seperti yang saya tuliskan di atas sana, bahwa saya nyaris tidak pernah jatuh cinta—artinya saya pernah jatuh cinta.
Hal itu terjadi belum lama, dan jujur saja jatuh cinta yang saya rasakan sangat sederhana. Mungkin kalian akan menganggap alasan yang akan saya sebutkan tidak bisa disebut cinta dan merasa lebih tepat disebut kagum. Tapi sekali lagi saya nyatakan, ini bentuk paling sederhana dari apa yang saya anggap sebagai cinta, dan saya telah jatuh pada cinta tersebut.
Kenapa saya anggap apa yang terjadi pada saya itu sebagai jatuh cinta? Hmm, mungkin karena itu untuk pertama kalinya saya merasakan apa yang disebut heart flutters alias debaran. Saya jelas pernah merasakan yang namanya deg-degan. Jantung memompa lebih cepat dan membuatnya berdentam-dentam. Tapi yang ini berbeda. Buat saya, yang ini berbeda. Degupan ini benar-benar datang dari tingkat paling rendah, dan hanya berlangsung sangat sebentar. Selama ini jantung saya bisa berdegup kencang lebih dari lima detik, bahkan kadang di atas lima belas detik.
Tapi kali itu, jantung saya benar-benar ‘DEG’.
Hanya ‘DEG’. Satu kali.
‘DEG’.
Dan kenapa saya bisa merasakan hal tersebut? Hanya karena sebuah kalimat sederhana, yang menunjukkan bahwa orang itu memperhatikan saya. Melihat saya lebih seksama. Dan menyadari detil sangat tidak penting yang terjadi pada saya. Yang hanya mengubah penampilan saya sangat sedikit sekali.
“Pakai lensa kontak ya?”
Bahkan saya, saking naifnya, masih bisa mengingat mimik, nada, dan caranya memandang (yang biasa ia lakukan pada orang lain tapi tetap terlihat istimewa di mata saya) saat mengatakan demikian. Sederhana, tapi benar-benar menyentuh saya. Kenapa? Karena kontak lensa yang saya gunakan berwarna hitam, alias warna netral yang tidak terlalu tampak. Dan sejauh ini, baru dua orang yang menyadari dan menanyakan langsung apakah saya menggunakan lensa kontak atau tidak. Hanya salah satu teman sekampus saya yang bernama Emma, dan dia.
Kamu—
—kalau kamu tanpa sengaja membaca tulisan ini.
Saya mungkin terlalu terbuka, terlalu blak-blakan mengakui meskipun mungkin dia tidak menaruh perasaan apa-apa. Apa boleh buat kalau memang bertepuk sebelah tangan. Saya memang mengaguminya sejak lama. Memang naksir padanya. Tapi saat itu, saya mengalami transisi yang sangat sebentar. Naksir - jatuh cinta - dan kembali naksir. Karena toh, yang namanya jatuh cinta itu hanya sesaat. Hanya sedetik. Anggapannya, baru menanam bibit dan menimbunnya dengan tanah. Belum memupuk maupun menyiramnya agar mekar menjadi cinta yang sempurna. Tapi sekali lagi saya nyatakan, saya jatuh cinta. Sekali. Sesaat. Tapi tidak akan pernah saya lupakan.
Haa.
Frontal eh?
Memang :)
^ this man is the one who bring me back to RPG now. Thanks Joongki. I’ll take care of Kane with all my heart.
Long time no see rite? It’s been a while since the last time I posted something on my Tumblr. Well, better late than never, rite? So I decided to have my own comeback post—well, just like a comeback stage #slapped.
Gosh it’s really been so long, not just while.
The last poster on my Tumblr’s not even myself, good God.
Anyway, I’m not really interested anymore with Super Junior. Yeap, literally almost hate it (just almost, bitch. Quit bashing). Now I’m more to K-Entertainment. Like, whole, but esp. variety shows. Since I barely in lurve with Song Joongki cause, well, he’s like a cup of Slurpee. Fresh and brainy. And yeap, I’m trying to get rid of K-Pop things only now. I’m trying to go whole Korean. All hail.
I’ve been wandering around some sites and found an interesting event held by some Jogja K-Pop lovers called Jogja Runners (find it in Twitter @JogjaRunners). I’m going to have an well-so-called audition to be a part of them so, wish me luck.
And well, blabbering again. Let’s just stop. I have to hit the shower since I’ve done with my breakfast (ten songs, woohoo!). Well then, have a nice Saturday, everybody.
Out.
Halo. Gue ambil alih bentar.
Akhirnya gue berhasil singkirin itu orang, muhahahahaha! Udah jangan tanya siapa. Yang pasti, gue ga suka itu orang deket-deket gue. Udah ngomongnya nyablak, nyebelin, ngeyel, tukang suruh-suruh, dia kira dia sapa, heh? Raja? Kenapa bawaannya motor bebek butut? Cuma pake duit bokap aja bangga. Cuh.
Oh, tapi haruskah gue berterima kasih? Iya dikit. Soalnya gue jadi bisa nongol beberapa kali. Muhahaha. Bahagia banget jadi gue.
Oke, jadi Oom, terima kasih yak. Elo emang penyelamat, seenggaknya nyelamatin gue dari rasa bosen.
Anyway, gue lagi sakit. Iya, mau ga mau gue ikutan sakit. Ini hidung gatelnya bukan main. Tenggorokan gue juga gatel, batuk-batuk mulu bawaannya. Kalo bediri kepala gue rasanya pengen gue copot, plintir, terus pasang lagi. Kali aja pusing kunang-kunang bianglala-nya ilang.
Gue ga seharusnya nulis sih. Tapi bodo amat deh. Sekalian kenalanlaaaah. Muhahaha.
Hoo iye. Sori juga kalo tulisan gue ngaco dan elo pada pasti ga ngerti (beberapa sih ngerti. Tapi banyakan enggak pasti yak muhaha) kenapa gue nulis kayak gini. Heh, maklum dong. Namanya juga abege, bosen dikandangin mulu. Sesekali gue musti curhat jugalaaaah. Tapi palingan cuma sekali ini. Lagian si Oom teh udah tersingkir. Gue bakalan jarang nongol disinian.
Nah, mumpung kali ini gue berhasil, lemme say this.
Good bye.
PS: Doain aja gue dideketin ama orang nyebelin lagi. Kali aja gue dapet kesempatan nongol lagi. Muhahaha.
-LPTwshr